Aplikasi Kulit Buah Nanas Sebagai Inhibitor Korosi pada Baja di Lingkungan NaCl 3,5%

  • Gary Dimarzio Universitas Pembangunan Nasional "Veteran"Jawa Timur
  • Lia Arum Setyowati Universitas Pembangunan Nasional "Veteran"Jawa Timur
  • Sani Sani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran"Jawa Timur
  • Dwi Hery Astuti Universitas Pembangunan Nasional "Veteran"Jawa Timur
Keywords: inhibitor, korosi, kulit nanas, tannin

Abstract

Korosi adalah salah satu peristiwa perusakan logam yang terjadi secara spontan. Peristiwa korosi mudah terjadi pada peralatan mesin industri yang berbahan baja. Peristiwa korosi semakin mudah terjadi ketika alat industri berkontak langsung dengan lingkungan yang korosif, seperti air laut. Salah satu pencegahan korosi yang dilakukan terhadap logam baja adalah dengan penambahan inhibitor korosi pada media yang berkontak langsung. Inhibitor dari bahan alami menjadi alternatif sebagai inhibitor ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari inhibitor korosi dari ekstrak kulit nanas pada baja karbon rendah dalam lingkungan NaCl 3,5%. Perhitungan laju korosi menggunakan metode weight loss. Penelitian ini menggunakan variabel konsentrasi inhibitor yaitu 5, 10, 15, 20, 25 ppm dan durasi waktu perendaman 3, 6, 9, 12 dan 15 hari. Dari hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit nanas sebagai inhibitor dapat menurunkan laju korosi baja karbon rendah dengan laju korosi terkecil yaitu sebesar 2,867 mpy selama 3 hari dengan konsentrasi inhibitor 25 ppm dan efisiensi inhibitor paling besar yaitu pada 25 ppm selama 3 hari sebesar 0,8443%.

Published
2020-07-30
How to Cite
DimarzioG., SetyowatiL., SaniS., & AstutiD. (2020). Aplikasi Kulit Buah Nanas Sebagai Inhibitor Korosi pada Baja di Lingkungan NaCl 3,5%. ChemPro, 1(02), 39-44. https://doi.org/10.33005/chempro.v1i2.54
Section
Articles